Sabtu, 30 Agustus 2014

Maafkan bapak nak..
Aku bukan bapak yg baik.
Sekarang kau sudah menolak untuk ku gendong.
Aku gak tau besok-besok kau tidak mengenali bapakmu yg sebenarnya.
Siapa yang salah...?
tapi yang jelas aku gak ingin seperti itu..
Aku tau kebingungan dimatamu..
Aku tau dua pilihan di hatimu..
Matamu yang lugu nampak bingung dan menunjukkan hatimu kacau
Seperti kacaunya hatiku saat ini..
Bapak salah, tidak bisa mempertahankan keutuhan kita bertiga. tapi..
Terlalu banyak egoisme di sekelilingmu.
Tapi ini adalah keputusan yang tepat untuk bapak. betapa perih melihatmu seperti ini, tambah lagi sikap dan tingkah laku ibumu.
Aku sedih setiap bertemu denganmu, bapak ingin menangis, tapi bapak harus kuat demi senyuman kecilmu.
Aku gak ingin menangis didepanmu, aku gak ingin terlihat menderita.
Aku tambah lagi hancur dengan kondisimu yg tidak terawat, dengan ingus yg meleleh dan mengering.
Dimana tanggung jawab ibumu, apakah dia bisa menjadi ibu yang baik untukmu? sedangkan merawat kebersihanu saja tidak bisa.. Wanita egois.. bapak cuma minta jatah merawatmu biarpun dalam sebulan cuma satu minggu. Tapi keadilan itu tidak ada pada ibumu. Terlalu egois, mau menang sendiri. Bertubi tubi ibumu menghinaku tapi aku selalu sabar wlaupun itu sangat menyiksaku. Dengan sumpah serapahnya yang begitu kasar. Aku malah takut kau akan tumbuh menjadi manusia seperti ibumu.
Tapi dalam sholat, sujud dan tangisanku di 1/3 malam aku selalu berdoa untukmu. setidaknya kau bisa tumbuh besar menjadi anak yang berbakti pada ibumu. walaupun kau tidak bersamaku. Apapun yang akan terjadi kau adalah anakku. tapi maafkan kata-kata bapak yang satu ini....
Kenapa kau terlahir dari rahim dia Nak...?
Saat besar nanti kau akan membaca semua keluhan hati bapak ini...
Saat aku mendapatkan ibu baru untukmu yang baik, sholeh dan berbakti..
Saat bapak menemukan wanita terbaik yang bisa merawat saudara2mu nanti.
Saat bapak menemukan wanita yang bisa bersikap adil padamu.
Saat bapak menemukan wanita yang sederhana dan menerima bapakmu karena Allah.
Insya Allah nak.... i love u..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar